Pada suatu hari seorang yang berpakaian sebagai Sufi berjalan-jalan; ia melihat seekor anjing di jalan; ia pun memukulnya dengan tongkat. Si Anjing, sambil melolong kesakitan, berlari menuju Abu Said, Sang Ulama. Anjing itupun menjatuhkan dirinya dekat kaki Sang Ulama sambil memegang moncongnya yang terluka; ia mohon keadilan karena telah diperlakukan secara kejam oleh sufi itu. Abu Said mempertemukan keduanya. Kepada Sufi dikatakannya, "O Saudara yang seenaknya, kenapa kau perlakukan binatang dungu ini sekasar itu! Lihat akibatperbuatanmu!" Baca entri selengkapnya » |
Anjing,Tongkat & Sufi
Juni 13, 2009 pada 5:37 am (kisah para sufi)
Orang yang berjalan diatas air
Juni 13, 2009 pada 5:21 am (Uncategorized)
Seorang darwis yang suka berpegang pada kaidah, yang berasal dari mazhab sangat saleh, pada suatu hari berjalan menyusur tepi sungai. Ia memusatkan perhatian pada pelbagai masalah moral dan ajaran, sebab itulah yang menjadi pokok perhatian pengajaran Sufi dalam mazhabnya. Ia menyamakan agama perasaan dengan pencarian Kebenaran mutlak. Tiba-tiba renungannya terganggu oleh teriakan keras: seseorang terdengar mengulang-ngulang suatu ungkapan darwis. "Tak ada gunanya itu," katanya kepada diri sendiri, "sebab orang itu telah salah mengucapkannya. Seharusnya diucapkannya YA-HU, tapi dia mengucapkannya U-YA-HU." Baca entri selengkapnya »
Renungan Qu
Maret 26, 2009 pada 5:23 am (puisi Qu)
Ketika mentari hilang di gantikan bulan
Angin menghembuskan nafas lembut,
Menemani sang malam
Kuterdiam…
Merenungi apa yang selama ini ku lakukan
Diriku yang penuh nista dan dosa
Yang terus bertambah seiring usia
Hatiku menjerit…
Menyadari ruginya hidup
Kuusapkan air wudhu kemuka ku
kuletakkan keningku diatas sajadah
Memohon ampun padaMU ya Ilahi…
Atas nafsu yang terus kupenuhi
Kesunyian terus merayapi sang malam
Menambah rasa nikmatnya beribadah kepada-Mu
Tak kuhiraukan mataku
Yang mencoba merayuku
Hingga raja malam kemali bersembunyi…
suaidah……..
Warobbaka Fakabbir!
Maret 26, 2009 pada 3:51 am (nasihaT)
Besarkan Robbmu,diatas segala!tak ada yang menyamai kebesaranNya.Tiada kekuasaan yang menyamai kekuasaanNya.Tiada urusan atau kepentingan yang lebih dari pada urusan atau kepentingan yang lebih dari pada urusan dan kepentingan menjalankan perintahNya.Semuanya kecil dihadapan Allahu Akbar.Fana,lenyap,dan binasa segala dalam keBaqaanNYa.Tiada harapan selain kepada keridhaanNya belaka.Tiada kesulitan apabila telah bersambung dengan Allah,semuanya akan mudah bagiNya.
Qum Faandzir!
Maret 26, 2009 pada 3:34 am (nasihaT)
Bangkit dan berdiri,susun barisan dan kekuatan.Barisan dan kekuatan umat.Kobarkan semangat dan seruan.Seruan kepada kebenaran dan peperangan terhadap kebathilan.Gemakan senantiasa Kalam Ilahi,kumandangkan selalu suara dan seruan kebenaran.Hingga seruan itu sampai kepada setiap manusia.Gempitkan kepada dunia dan kepada manusia ajaran agama tauhid,ajaran cita dan cinta.
keutamaan Al-Qur’an
Maret 26, 2009 pada 3:28 am (pengetahuan)
Abdullah Ibnu Abbas didalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa jumlah ayat-ayat Al-Qur’an 6.666 ayat,yang perinciannya:
1000 ayat menunjukkan perintah,1000 ayat larangan,
1000 ayat janji,1000 ayat penjelasan tentang proses masa lampau dan yang akan datang,1000 ayat contoh-contoh,500 ayat menerangkan tentang halal dan haram,100 ayat nasikh-mansukh,serta 66 ayat dzikir,do’a,tasbih,tauhid,dan istighfar.
usia 70 Tahun
Maret 26, 2009 pada 3:14 am (pengetahuan)
Orang yang telah mencapai usia 70 tahun berarti telah menggunakan 7 tahun umurnya untuk belajar, 15 tahun untuk bekerja,21 tahun untuk waktu luang,dan 7 tahun untuk bergarak berpindah-pindah tempat.
Ya Allah…
Maret 26, 2009 pada 3:00 am (puisi Qu)
Andai aku menulis…tulisanku untuk siapa?…
Andai aku berkata-kata…kata-kataku untuk siapa?…
Andai aku memberi…pemberianku untuk siapa?..
Kalau dituliskan rasa hatiku disini…tak ada yang tau isi hati ini…
Tidak ada yang mengerti…dan akhirnya tetap pada-Mu aku kembali…
Aku sadar bukan sekali dua kali aku datang kepadaMu…
Karena aku tau hanya engkau yang mampu membantu…
Siapa lagi yang mampu menenangkan resah gelisah hatiku…
Engkau yang memegang hatiku…engkau yang mengetahui isinya
hatiku … bukanlah aku meminta dari makhluk-Mu…karena mereka juga
sepertiku…hanya padaMu aku mengadu,tetapkan aku pda jalan-Mu…
Inilah catatan perjalananku yang baru.Setelah lama diri terbiar sesaat
dalam sadar,daku kembali lagi kepada-Mu.Daku pulang dengan tangisan
yang tidak dapat kuhentikan.Pun,harapanku hanyalah agar engkau
masih menerima kepulangan ini…
sumber:mutira amaly
